Selasa, 18 Desember 2012
Cina VS Arab
Konon dahulu ada dua sahabat dari Cina dan Arab yang lagi
kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar otak, mereka sepakat
membuka pelayanan kesehatan. Orang dari Cina bernama Sinshe, ia langsung
kebanjiran pasien, orang dari Arab yang bernama Tabib tidak ingin kalah, ia
memutar otaknya untuk melawan si Sinshe. Tabib pun mendapat ide, ia menempelkan
papan pengumuman yang bertuliskan “ Jika tidak sembuh, uang kembali tiga kali
lipat ” di depan ruang prakteknya. Ternyata taktik itu manjur, pasien pun
berdatangan ke Tabib, giliran si Sinshe yang sewot, lalu ia mencari akal, “Hayaah,
lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh, maka owe dapat uang lah ”,
lalu ia pun mendatangi si Tabib.
“ Hayahh, tolong owe, owe punya sakit mati rasa, owe tidak
bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, hayaah ” kata Sinshe, si
Tabib menjawab, “Ane pikir itu gampang ane sembuhin”. Si Tabib langsung
memanggil asistennya, “Hasaan, cepat ente bawa ke sini obat nomor 14”, lalu
secepat mungkin asisten yang bernama Hasan itu membawa obat nomor 14. Lalu si
Tabib memberikannya ke Sinshe, Sinshe pun langsung meminumnya, Sinshe pun
berkata “Hayaah, ini bukan obat ini mah tayi ayam”. “Ente betul, ini memang
tayi ayam, berarti ente sudah sembuh dari penyakit itu” kata si Tabib, Sinshe
pun pulang dengan kesal, karena kalah akal.
Sinshe tidak menyerah, ia memutar otaknya lagi untuk mencari
akal mengalahkan si Tabib, maka kali ini sinshe pura-pura lupa yang sangat
kronis. “ Hayaah, Tabib owe sakit lupa yang sangat parah, owe lupa semua
peristiwa dan memori owe, hayaah, tolong owe ” kata Sinshe, lalu tabib
menjawab, “ gampang, ane pasti bisa nyembuhin penyakit ente, obat ane mujarab
sekali ” lalu seperti biasa Tabib memanggil asistennya. “ Hasaaan, cepat ente
bawa kesini obat nomor 14 ”, mendengar ithu, si Sinshe langsung berkata
“hayaah, owe tidak mau makan tayi ayam lagi, hayaah owe tidak mau ”. Mendengar
perkataan Sinshe, Tabib pun berkata “ Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh,
daya ingat ente ternyata kembali ”, Sinshe pun pulang dengan kesal.